Tumblr Mouse Cursors

Wednesday, 30 December 2015

Melodi Pertama dan Terakhir

Setiap kali ulangan, nilai matematika dan nilai musik Ben selalu tidak sebaik nilai-nilai lainnya, khususnya nilai musik yang merupakan nilai terendah di rapornya. Sejak kelas 1 SD sampai 5 SD, sistem yang diberlakukan pada rapor adalah sistem pembagian rata-rata. Dengan demikian, kedua nilai terendah Ben masih dapat diperbaiki dengan hasil-hasil ulangan pada pelajaran lain. Hal ini menandakan bahwa Ben sangat beruntung sehingga ia dapat lulus sampai ke kelas 6.

courseweb.hopkinsschools.org

Seperti yang kita ketahui, di akhir kelas 6 ada saatnya para siswa memasuki Ujian Nasional, Ujian Sekolah, dan Ujian Praktik. Ujian yang paling dicemaskan oleh Ben adalah Ujian Praktik, karena mau tidak mau ia harus memainkan seruling dan drum agar dapat lulus dari mata pelajaran musik. Terdapat dua lagu yang disajikan untuk dimainkan dengan seruling, namun Ben hanya berhasil menguasai satu lagu. Satu lagu itu pun ia baru dapat menguasainya setelah berbulan-bulan latihan, sehingga ia kehabisan waktu untuk berlatih dengan lagu lainnya. Ben pun tidak benar-benar mengerti mengenai cara membaca notasi musik saat bermain drum. Tentu saja, hal-hal tersebut membuatnya benar-benar cemas.

Ketika ujian, Ben yang sangat cemas benar-benar berharap mendapatkan lagu yang ia kuasai. Hari itu ia SANGAT BERUNTUNG! Hari itu, ia mendapatkan lagu yang ia kuasai, sehingga ia dapat memainkan lagu itu dengan kemampuannya, walaupun ia tidak dapat memainkan sebaik teman-temannya. Ketika bermain dengan drum, Ben hanya dapat memerkirakan bagaimana memainkannya, meskipun ia tidak benar-benar mengerti. Selebihnya, ia hanya dapat berharap. Ujian-ujian selain musik, termasuk matematika ia dapat mengerjakannya dengan baik. Walaupun hanya ada satu pelajaran yang membuatnya cemas, yaitu musik, pelajaran ini sudah cukup membuat Ben takut untuk tinggal kelas.
www.mmea-maryland.org

Meskipun periode ujian sudah selesai, Ben masih mengalami kecemasan dalam dirinya. Ia membayangkan teman-temannya menghilang satu per satu sampai ia menjadi satu orang terakhir di sebuah tempat yang gelap. Dari tempat gelap itu, ia dapat melihat seberkas cahaya. Teman-temannya pun berada di tempat yang terang itu. Sekalipun Ben berjalan atau berlari ke arah cahaya itu, ia hanya akan semakin jauh. Ben hanya meratapi nasibnya sendiri di dalam kegelapan. Bayangan inilah yang selalu ada dalam pikiran Ben sejak memasuki periode ujian, bahkan bayangan ini tetap ada saat ujian sudah selesai. Ia merasa sendirian, merasa tidak mampu melakukan apapun, tidak percaya diri, dan menyesali dirinya tidak memiliki kemampuan dalam bidang musik.

www.flickr.com

Setelah sekian lama menunggu, pengumuman hasil ujian pun keluar. Ben yang sangat cemas pada hari pengumuman hanya bersikap pasrah dan datang ke sekolah. Ternyata.... Ia tetap LULUS! Ben sama sekali tidak menyangka, ia pun merasa sangat lega. Seolah-olah beban pikirannya terlepas. Bayangan dirinya dalam kegelapan pun berubah menjadi terang, ia tidak lagi membayangkan dirinya seorang diri di tempat gelap. Akhirnya, Ben pun mendapatkan ijazah SD-nya dan dapat melanjutkan ke jenjang SMP. 

Selama ini, ia selalu menyerah terhadap musik, ia juga selalu merasa takut dengan pelajaran musik. Ia pun selalu mengatakan "tidak bisa" saat ulangan pelajaran musik, sehingga ia terpaksa selalu mencari alasan agar tidak bermain musik selama ulangan musik. Akan tetapi, keinginannya untuk tidak ingin tinggal kelas telah mendorongnya untuk terus berusaha. Walaupun dengan sedikit keberuntungan saat ujian praktik, Ben dapat lulus tanpa melakukan kecurangan sama sekali. Rasa percaya dirinya pun mulai kembali setelah berhasil memainkan kedua melodi saat ujian praktik. Kedua melodi itu adalah melodi pertama dan terakhir yang pernah ia mainkan selama SD, yang menuntunnya untuk lulus.

volcksonia.deviantart.com

Bersambung . . .


No comments:

Post a Comment